,

Pentingnya Bantuan Hidup Dasar dan Membangun Kebanggaan Akan Semarang

gus Wahid United

AKHIR Nopember lalu, sepertinya akan menjadi salah satu momen terbesar di hidup saya. Bersama Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, belasa bloger dan rekan media, kami belajar bagaimana memberikan pertolongan pertama bagi yang membutuhkan.

Sebenarnya bukan hal baru di hidup saya. Sejak SMA, saya sudah tergabung dalam barisan Palang Merah Remaja (PMR) di SMA 1 Salatiga. Bahkan sejak SD, saya masuk jajaran Dokter Kecil. Jadi begini-begini, saya pernah jadi dokter loh...

Namun sejak masuk bangku kuliah, semua ilmu itu terlupa. Cita-cita masuk Fakultas Kedokteran memang terpenuhi, setidaknya masuk gerbangnya :D

Dan setelah sekian tahun berselang, seperti dejavu, saya disadarkan betapa penting memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Belasan tahun tanpa praktek keahlian ini, karena memang profesi saya tidak bersinggungan dalam dunia medis, lalu saya tersadar kemampuan ini wajib dimiliki oleh setiap orang, baik ia medis maupun non medis demi menolong mereka yang membutuhkan.

Dr Satya Ariza dan dr Hifni Hakim Prabowo membuka mata saya melalui acara 'Blogger & Media Gathering Bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang' Hotel Atria Magelang, 23-24 Nopember ini, bahwa semua orang bisa jadi hero untuk sesama. Bahwa orang butuh bantuan pernafasan atau mereka yang tersedak, bisa kita tolong dengan BHD.

gus Wahid United

Hanya saja patut dicatat, tentu kita semua tidak menginginkan kejadian semacam ini. Amit-amit katanya, tapi kalau sudah ketemu ya wajib kita praktekkan kemampuan life skill ini. BHD ini sendiri sangat berguna bagi korban yang yang mengalami kesulitan pernafasan atau tersedak. Bayangkan saja, terlambat beberapa menit, nyawa orang bisa melayang lo.

Bayangkan saja, jika kita berhasil memberikan BHD dalam 1 menit pertama, 98% kemungkinan menyelamatkan jiwa. Sangat tinggi. Namun jika BHD telat diberikan 10 menit saja, kemungkinan suksesnya hanya 1%.

Tapi sebelum memberikan pertolongan, penuhi dulu nih syarat dan ketentuan ini (kayak iklan promo aja hihi). Bukan, maksudnya adalah penolong juga harus memperhatikan hal-hal berikut sebelum memberikan BHD:
- Dangerous: Pastikan penolong berada dalam kondisi aman dan tidak membahayakan diri sendiri.
- Response: Periksa respon korban apakah masih bisa menjawab ketika ditanya, apakah menunjukkan bagian yang sakit, atau justru tidak memberi respon.
- Shout: Selanjutnya panggil bantuan.
- Circulation: Lakukan penilaian sirkulasi. Kita bisa melakukan dengan meraba denyut nadi yang ada di leher dekat dengan bagian bawah dagu.
- Airways: Lakukan pemeriksaan jalan nafas.
- Compression: Kompresi Dada. Pastikan posisi tubuh tegak lurus, tangan atau siku tidak ditekuk.Tindakan paling penting pada bantuan sirkulasi adalah Pijatan Jantung Luar. Pijatan Jantung Luar dapat dilakukan mengingat sebagian besar jantung terletak diantara tulang dada dan tulang punggung sehingga penekanan dari luar dapat menyebabkan terjadinya efek pompa pada jantung. Penempatan pijatannya harus dua jari di bawah puting, dan jangan sampai salah memijat lo geshhh
- Breathing: Nilai pernafasan. Lihat apakah dada mulai naik turun, rasakan denyut nadinya apakah kembali muncul, dan rasakan apakah mulai ada hembusan nafasmya.
- Eh...sebelum menjalani semua tahapan itu, ada baiknya pakai sarung tangan steril ya demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Menariknya, kami juga diberi kesempatan praktek langsung terhadap boneka untuk memahami BHD
secara menyeluruh. Praktek memberikan bantuan bagi yang tersedak juga menarik. Pokoknya semua menarik, semenarik dirimu akanku...eaaaa.



Bangga Semarang
TINGGAL di Kota Semarang sejak mulai duduk di bangku kuliah hingga menikah lalu punya anak, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Apalagi...(catet nih), dekat dengan Walikota dan Wakil Walikotanya, dikenal secara pribadi, membuat saya makin cinta dengan Semarang.

Dan semakin hari, cinta saya semakin tumbuh. Torehan prestasi dan keberhasilannya semakin membuat saya tersuruk tak mau pindah ke lain kota. Dari sisi kesehatan nih, sesuai penuturan Kadinkes Semarang Widoyono, angka harapan hidup telah naik drastis dari 77, 18 di tahun 2013 menjadi 77, 21 di tahun 2017. Tentu saja angka ini masih akan terus didongkrak naik dengan berbagai program terkait kesehatan yang digerakkan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang.

"Salah satu visi yang menjadi tolak ukur kerja keras Dinas Kesehatan Kota Semarang adalah untuk mewujudkan pelayanan kesehatan lima besar terbaik Se-Indonesia pada tahun 2021. Visi tersebut sudah mulai dipilah menjadi target-target yang harus dicapai setiap tahunnya," ujar Pak Wido, panggilan akrabnya.

gus Wahid United
Kadinkes Kota Semarang Widoyono aka Pak Wido
Iapun menjelaskan runtut beberapa pencapaian berupa inovasi layanan kesehatan yang sudah dilakukan oleh DKK Semarang, antara lain :
- Adanya Universal Health Care (UHC) yang sudah hampir 100% meng-cover seluruh warga kota. Dengan UHC maka semua warga dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan gratis melalui BPJS. Syaratnya cukup mudah. Calon peserta UHC yang merupakan warga kota Semarang, berdomisili di Semarang minimal selama 6 bulan, cukup menunjukkan KTP dan KK Kota Semarang sebagai bukti, dan bersedia ditempatkan di kelas 3.
- Ambulans Siaga yang diperuntukkan bagi pasien non gawat darurat.
- Si-Cepat atau Ambulans Hebat yang diperuntukkan bagi kasus gawat darurat.
- Motor Ambulans.
- KONTER (Konsul Dokter) dengan menghubungi 1500-123 untuk konsultasi kesehatan sampai menemukan panduan rumah sakit, dokter, dan apotek.
- Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)
- PUSTAKA (Puskesmas Tanpa Antrian).

Dan DKK Semarang terus berinovasi, tak mau berhenti. Komando di tangan Pak Wali Hendi dan Pak Wido terus dipecut. Inovasi-inovasi terus digebar angka harapan hidup masyarakat Semarang terus menanjak naik.

Berbagai saranan layanan kesehatan juga terus ditambah. Di tahun 2018 ini, Semarang sudah memiliki 19 Rumah Sakit Umum, 37 Puskesmas, dan ada sekitar 2000-an dokter umum praktek yang tersebar di 16 kecamatan.

Dari 37 Puskesmas yang ada, 1 berstatus Puskesmas paripurna, 4 utama, 22 madya, dan 10 Puskesmas berstatus dasar. Semua Puskesmas tersebut bahkan telah terakreditasi. So kurang joss apalagi nih...kurang bangga bagaimana lagi dengan Semarang kita?

gus Wahid United
Dani Miarso

gus Wahid United
Kepala Bidang Yankes Bu Lilik 
Untuk teknis lengkap serta panduan BHD-nya, nih simak yang ini.


Share:

8 komentar:

  1. Aku pernah jadi dokter cilik juga lhoo *ya terus kenapa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo bu dokter...tulung saya disuntik heheheh

      Hapus
  2. Bikin video langkah2 RJP dong, Mas...biar tambah lengkap.

    BalasHapus
  3. aku sering liat BHD ini di film film pantai yang pakai seragam merah David Hasselhoff.
    Ternyata gak semudah yang ditonton di film.
    kalau dipraktekkan bisa kemringet...

    BalasHapus
  4. Ada 1 tindakan BHD / RJP yg blm disampaikan, yaitu, jangan lupa berdoa sebelum menolong :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wekekekkeke...opo meneh doane moco al Baqoroh ya bro 😂

      Hapus