,

Pesona Lighting Waterfall Curug Gondoriyo



gus Wahid United


SEBUAH destinasi wisata baru yang unik, berbeda dan inovatif segera lahir dari Kota Semarang. Ya, destinasi Curug Gondoriyo menawarkan sensasi berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.

Perpaduan air terjun, tata kelola lampu dan wisata malam, dipastikan akan menarik minat pengunjung. Dan memang, curug setinggi 25 meter di Dusun Karang Joho, Kelurahan Gondoriyo di Ngaliyan ini memang berbeda.

Keberadaan lampu warna warni menyorot sisi dalam air terjun, akan membuat mata jatuh cinta. Lensa kamerapun tak ikut berhenti mengabadikannya.

Dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Curug Gondoriyo Arifin, destinasi ini baru akan dibuka secara resmi pada Februari mendatang. Pengelola saat ini masih mematangkan berbagai persiapan serta story telling terkait spot di sekitar curug.

“Nanti akan kami buka untuk umum pada 9 Februari. Ada dua jam kunjungan yakni pagi mulai jam 09.00-17.00 dan malam mulai 19.00-24.00,” terang Ketua Pokdarwis Curug Gondoriyo Arifin.

Dipastikan, dalam mengelola dan tata lahan, pihaknya tidak akan mengubah estetika ataupun merusak alam. Dan sejak setahun silam, pihaknya terus bahu membahu bersama warga dan pemerintah untuk menyiapkan curug ini sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Semarang.

Selain keindahan curug, di sisi kiri, pengunjung juga akan menemui sebuah gua setinggi 10 meter dengan lebar 3 meter dan kedalaman 2,5 meter. Di dalamnya terdapat sebuah batu yang mirip meja besar dan patung mirip kepala primata.

Dimungkinkan, gua ini semacam tempat pertemuan rahasia atau persembunyian sementara. Keberadaan batu seperti meja besar menjadi penandanya.

Kabarnya di sisi kanan curug juga ada gua yang hanya dapat dilihat secara mistis. Jadi, hanya mereka yang memiliki indra keenam saja yang dapat melihat bentuknya, kalau aku sih hanya temannya Indra hahaha.

Tidak hanya itu, ada pula batu tumpang yang meski saling bertumpuk, namun batu yang atas tidak jatuh. Konon makhluk gaib penunggu batu ini seringkali mengingatkan pengunjung atau warga yang melintas dan memiliki niat buruk, agar mengurungkan niatnya.

“Konon ada gembala yang tidak tahu bahwa di bawahnya ada jurang curug dan ia terus berjalan. Karena bisikan gaib, ia memang terjatuh namun hanya tersangkut di akar rerumputan dan tidak terjerembab ke dasar curug sehingga ia selamat. Jadi kalau ada sepasang muda mudi pengin berniat burukpun, akan diingatkan lebih dulu,” imbuh Arifin.

Menariknya lagi, ada juga fosil kayu jati raksasa sepanjang 25 meter yang berbentuk seperti saluran. Air yang mengalir kabarnya dapat mengairi sawah seluas 50 ha. Saluran ini diberi nama Talang Londho.
gus Wahid United

Lebih dari itu, Pokdarwis juga telah menyiapkan jembatan comblang yang dimasudkan agar pengunjung dapat lebih mesra kepada pasangan maupun calon pasangannya. Layaknya Mak Comblang, para muda mudi yang jomblo dapat menemukan jodohnya di sini, sedangkan bagi yang sudah berpasangan dapat lebih mesra kepada pasangannya.

Di ujung jembatan bambu ini sudah disiapkan gembok cinta untuk mengunci cinta masing-masing pasangan yang melintas di Jembatan Comblang. Untuk selanjutnya, mereka dapat bersantai di gazebo yang diberi nama Gubuk Patemon.

Ada juga pemandian Kali Anyes yang mata airnya tidak pernah kering meski di musim kemarau sehingga sangat membantu kebutuhan air warga sekitar. Lebih dari itu, air dari mata air ini sangat dingin layaknya air es.

Konon bagi yang memiliki hasrat dan keinginan, dapat membasuh muka atau mandi sekaligus memohon kepada Yang Maha Kuasa, niscaya akan dikabulkan. Benar atau tidak, tentu saja itu kembali kepada pribadi masing-masing.

Dari sisi kuliner, pengunjung akan disuguhi nasi bleduk. Makanan berbahan dasar nasi jagung ini akan disuguhkan bersama urap sayuran serta ikan wader dan bacem tahu tempe.

Sedangkan wedang sinom merupakan air rebusan pucuk daun asam yang diolah bersama gula jawa. Minuman ini dipercaya sangat baik untuk kesehatan terutama untuk lambung.

gus Wahid United

Tertarik? Cobalah berkunjung ke sana dimana masing-masing pengunjung cukup mengeluarkan ongkos tiket Rp10 ribu dengan fasilitas free wedang sinom. Jam kunjungnya untuk siang adalah jam 09.00-17.00 dan untuk malam hari mulai jam 19.00-22.00.

Untuk akses menuju ke Curug Gondoriyo, kita dapat  mengambil rute dari Ngaliyan menuju kawasan BSB. Tepat sebelum LP Kedungpane, langsung berbelok ke kanan menuju lokasi dengan kondisi jalan yang sangat baik dan dapat dilalui kendaraan roda empat.

Pengunjung bahkan dapat langsung memarkirkan kendaraannya di lokasi parkir tepat di atas curug dan tidak perlu berjalan jauh untuk melihat keberadaan air terjun ini kok.


gus Wahid United

gus Wahid United

Baca juga:
- https://www.hidayah-art.com/2019/02/wisata-kekinian-di-air-terjun-gondoriyo.html
- https://www.doyanjalanjajan.com/2019/02/lighting-waterfall-di-curug-gondoriyo.html


Share:
Read More
,

Pertaruhan Cinta ASUS ZenBook Pro UX580


“Tidak, kita putus!” teriakmu pagi itu, usai diskusi kecil kita.

“Ya tolong hormati keputusanku. Cowok itu secara syar’i memang diperbolehkan memiliki lebih empat. Dan dia sudah jadi pilihanku, aku juga harus memperjuangkannya,” kilahku, kembali ke topik perdebatan.

“Tapi kamu sama sekali tidak menghargai perasaan wanita jika seperti itu namanya. Kamu egois. Aku sudah tidak mau lagi bersama lelaki egois sepertimu,” emosimu terus meledak, tak bisa kucegah. Aku bisa apa jika memang itu keputusanmu. Toh keputusanku juga sudah bulat, sama halnya sepertimu, tak bisa lagi dibendung. Maafkan aku sayang.

Kuambil tas kecil warna hitam, kuraih kamera dan kukeluarkan lensa dari dalam tas ransel. Tas kecil ini lebih praktis untuk acara santai seperti gathering bloger Asus ini.

“Aku bareng, aku malas naik ojol,” ujarmu merajuk menghentikan langkahku. Kutoleh dan kulihat wajahmu masih memerah, marah.

“Tapi kan kita baru saja putus. Apa tidak ada baiknya kita berangkat ke Gets Hotel sendiri-sendiri?” kilahku. Kubayangkan akan ada ceramah panjang lebar selama perjalanan nantinya. Setirku pasti akan terganggu dengan omelannya.

“La emang kalau orang putus, tidak boleh bareng? Jadi gitu? Kamu semakin egois? Atau jangan-jangan, kamu sudah punya pacar bloger lainnya,” ucapan dan emosinya semakin meledak, makin merembet kemana-mana. Bahkan sampai hal yang tidak berkaitan dengan tema perdebatan.

“Ya sudah deh. Ayo. Aku panasin mesin mobil dulu,” aku mengalah, menghindari debat berkepanjangan. Toh akhirnya wanita yang akan menang huh.

Langkahku gontai, sedikit bingung. Apa sebenarnya maumu wahai wanita. Sedetik kamu minta putus, sejurus kemudian minta bareng. Itu artinya, akan 15 menit perjalanan bersama mantanmu yang belum satu jam kau putus ini lo. Belum lagi kita harus menghadiri Year End Microsoft Blogger Gathering ini, sekurangnya 4 jam kita akan ada di dalam ruangan yang sama, dengan mantan kita. Duh...

“Nanti pulangnya aku juga bareng!”

Kalimatmu sedikit ngegas, untung saja rekan bloger yang sedang mengisi daftar hadir, tak mendengar nada sedikit memerintah itu, mirip nada yang disampaikan ibu-ibu pejabat ke sopirnya yang memiliki bau badan menyengat. Duh...aduh.

*
gus Wahid

“Jadi, Zenbook Pro UX580 merupakan laptop pertama dengan dua layar di Indonesia. Layar kedua ini disebut touchpad,” Oom Yahya membuka gathering pagi itu - sebagai pembicara pertama - dengan kalimat yang membuat semua yang datang melongo. Teknologi apalagi ini?

Iya, jadi ternyata ZenBook Pro UX580 ini hadir dengan fitur ScreenPad, spesifikasi premium dan layar 4K dengan reproduksi warna sangat akurat. Sebuah laptop kelas premium yang hadir dengan spesifikasi lebih tinggi dari seri ZenBook lainnya dan ditujukan untuk pengguna profesional, terutama mereka yang bergerak di industri kreatif seperti 3D designer, video editor dan fotografer.

ZenBook Pro UX580 juga merupakan laptop pertama di dunia yang hadir dengan ScreenPad, yaitu touchpad yang bisa difungsikan sebagai layar kedua. ScreenPad merupakan inovasi terbaru ASUS yang ditujukan untuk meningkatkan pengalaman serta produktivitas penggunanya. Oom Yahya masih melanjutkan dan kami semua terbengong, melongo dengan benar-benar ngowoh tanpa dibuat-buat, beruntung tak sampai ngecess..

"ASUS ZenBook Pro UX580 tampil dengan bodi berbahan metal yang solid dibalut warna Deep Dive Blue yang elegan. Bentuknya juga sangat ringkas dengan ketebalan yang hanya 18,9mm dan bobot hanya 1,88kg, sehingga mudah dimasukkan ke dalam tas dan mudah dan tidak terlalu merepotkan untuk dibawa bepergian," imbuhnya makin bikin mupeng.

Meski memiliki bentuk yang ringkas, ZenBook Pro 15 UX580 masih tampil dengan layar yang lebar. Layar resolusi ultra tinggi yakni 4K memiliki ukuran bentang 15,6 inci namun hadir dengan bodi seukuran laptop yang umumnya hanya mengusung layar 14 inci.

Hal tersebut dimungkinkan berkat teknologi NanoEdge yang membuat bezel layar di laptop ini bisa tampil dengan bezel hanya 7,3mm dan screen-to-body ratio sebesar 83%. Tidak hanya itu, ZenBook Pro 15 UX580 juga sudah mengantongi sertifikasi standar militer MIL STD-810G yang membuktikan laptop ini telah lolos pengujian ekstrem seperti tes ketinggian (altitude test) dan tes suhu (temperature test).

Terkait ScreenPad, teknologi ini merupakan fitur inovatif yang membuat touchpad bekerja secara lebih pintar. ScreenPad juga memiliki beragam fungsi yang bisa digunakan untuk menunjang produktivitas bahkan memungkinkan pengguna untuk mengubah tampilan touchpad dengan menambahkan wallpaper.

Selain itu, ScreenPad juga bisa digunakan sebagai layar kedua. Lewat mode Screen Extender, pengguna bisa membuat ScreenPad layaknya layar tambahan untuk ZenBook Pro 15 UX580 ini.

"Dengan demikian, semua aplikasi yang ada di desktop bisa ditampilkan di ScreenPad layaknya ditampilkan di monitor terpisah," pungkas Oom Yahya seraya menyebut harga jual di Rp35 juta.

Dan ini nih spec istimiwirnya...

gus Wahid

Lalu hadirlah sesi kedua yang ngomongin tentang bagaimana menempatkan diri sebagai bloger berkaitan dengan kaidah-kaidah jurnalistik yang harus diemban di pundaknya. Siapa pembicaranya? Sekiranya tak perlu kuungkapkan lebih jauh di sini...sepintas saja dari penampilannya, ini orang cuek banget.
Dateng sebagai pembicara namun pakai celana pendek, kaos MU, topi dibalik. Pffttt kemaki banget. AKu berharap dibalik kemakinya itu, terdapat mustika yang dapat membawanya ke puncak, ke ranah bloger hits yang disegani. Semoga... 

gus Wahid

*
“Ehm, aku sudah memikirkan ucapanmu. Aku bisa memahaminya jika memang kamu menginginkannya,” kamu membuka percakapan setelah hampir 5 menit perjalanan pulang dan kita terjebak dalam hening. Canggung. Ya bayangkan saja, sehari sebelumnya kami adalah pasangan pacar, pagi kami putus, namun ia masih meminta berangkat dan pulang bareng.

Ya memang sih kami adalah pasangan bloger. Ketemu dan sepakat mulai pacaran setelah trip bareng. Banyak rekan bloger lainnya iri dengan pasangan seperti kita. Ada bilang kami pasangan terkompak, pasangan milenial hingga pasangan tahu-tempe bahkan yang parah menyebut kami sepasang sandal jepit, saling melengkapi kanan dan kiri. Terserah deh...

Dan ketika perdebatan kami sesaat sebelum berangkat gathering ini pecah, aku rela putus dengannya. Sekaligus harus melupakan semua sebutan bagi kami tadi.

Aku rela. Aku memang harus tegas, sudah saatnya aku memiliki selain dia yang jadi kekasihku. Aku memang harus menduakan belahan jiwaku.

Dan ini harus kulakukan. Keberadaan dia sebagai pacar, tidak lagi dapat menunjang kinerjaku sebagai bloger, apalagi aku ingin lebih dari sekedar bloger handal, aku ingin jadi bloger internasional, kalau perlu bloger alam semesta. :D

“Aku bisa memahami keputusanmu untuk menduakanku. Tapi ada syaratnya.”

“Apa syaratnya?” aku mencoba bernegosiasi.

“Pinjami aku laptop ZenBook Pro UX580 jika barangnya sudah datang. Aku mau bikin video unboxing. Dan aku mau upload pakai akun Youtube-ku sendiri, bukan akunmu,” tuturmu melunak.

“Ok.”

“Satu lagi.”

“Apa?” aku mulai tak sabar, merasa riwil dengan semua permintaannya.

“Aku gak mau bantu bayar. Aku cuma mau pinjam. Dan...ini yang paling penting, jangan bahas-bahas lagi kita putus seharian ini, aku malu,” katamu sembari menunduk. Sekilas kulirik, rona pipimu memerah. Ah kau belahan jiwaku, peri gigi keberuntunganku, dewi tercantik sejagad bumiku.

“Tenang, aku hanya akan menduakanmu dengan pekerjaanku kok, tidak dengan wanita lain. Yang penting kamu bisa memahami dulu berbagai kecanggihan dan keunggulan laptop itu serta keuntungannya untuk berbagai aktivitas blogging dan vlogging kita. Kita bisa pakai kapan saja laptop itu jika nanti pesanan sudah datang ya. Sukur-sukur kamu mau nemenin saat aku ngetik, sukur-sukur lagi mau bikinin kopi sembari mijiti,” kalimat bijakku meluncur disambung cubitan mesramu di perutku diiringi usahaku untuk menghindarinya.

“Woi!! Kalau nyetir yang benar, jangan sambil pacaran!” teriak bapak-bapak di balik jendela melihat mobilku oleng hendak memepet motornya.

Kami terbahak mentertawakan ketololan ini. Maaf-maaf, ujar kami dalam hati. Lalu mata kami bertatapan. Sedetik itu pula, kuraih pundakmu, kurekatkan erat di bahu di sela setir dan ritme sibuk kota ini.

I love you...bisikku. Aku cinta kamu ZenBook Pro UX580...bisikku dalam hati.

Share:
Read More
,

Pentingnya Bantuan Hidup Dasar dan Membangun Kebanggaan Akan Semarang

gus Wahid United

AKHIR Nopember lalu, sepertinya akan menjadi salah satu momen terbesar di hidup saya. Bersama Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, belasa bloger dan rekan media, kami belajar bagaimana memberikan pertolongan pertama bagi yang membutuhkan.

Sebenarnya bukan hal baru di hidup saya. Sejak SMA, saya sudah tergabung dalam barisan Palang Merah Remaja (PMR) di SMA 1 Salatiga. Bahkan sejak SD, saya masuk jajaran Dokter Kecil. Jadi begini-begini, saya pernah jadi dokter loh...

Namun sejak masuk bangku kuliah, semua ilmu itu terlupa. Cita-cita masuk Fakultas Kedokteran memang terpenuhi, setidaknya masuk gerbangnya :D

Dan setelah sekian tahun berselang, seperti dejavu, saya disadarkan betapa penting memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Belasan tahun tanpa praktek keahlian ini, karena memang profesi saya tidak bersinggungan dalam dunia medis, lalu saya tersadar kemampuan ini wajib dimiliki oleh setiap orang, baik ia medis maupun non medis demi menolong mereka yang membutuhkan.

Dr Satya Ariza dan dr Hifni Hakim Prabowo membuka mata saya melalui acara 'Blogger & Media Gathering Bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang' Hotel Atria Magelang, 23-24 Nopember ini, bahwa semua orang bisa jadi hero untuk sesama. Bahwa orang butuh bantuan pernafasan atau mereka yang tersedak, bisa kita tolong dengan BHD.

gus Wahid United

Hanya saja patut dicatat, tentu kita semua tidak menginginkan kejadian semacam ini. Amit-amit katanya, tapi kalau sudah ketemu ya wajib kita praktekkan kemampuan life skill ini. BHD ini sendiri sangat berguna bagi korban yang yang mengalami kesulitan pernafasan atau tersedak. Bayangkan saja, terlambat beberapa menit, nyawa orang bisa melayang lo.

Bayangkan saja, jika kita berhasil memberikan BHD dalam 1 menit pertama, 98% kemungkinan menyelamatkan jiwa. Sangat tinggi. Namun jika BHD telat diberikan 10 menit saja, kemungkinan suksesnya hanya 1%.

Tapi sebelum memberikan pertolongan, penuhi dulu nih syarat dan ketentuan ini (kayak iklan promo aja hihi). Bukan, maksudnya adalah penolong juga harus memperhatikan hal-hal berikut sebelum memberikan BHD:
- Dangerous: Pastikan penolong berada dalam kondisi aman dan tidak membahayakan diri sendiri.
- Response: Periksa respon korban apakah masih bisa menjawab ketika ditanya, apakah menunjukkan bagian yang sakit, atau justru tidak memberi respon.
- Shout: Selanjutnya panggil bantuan.
- Circulation: Lakukan penilaian sirkulasi. Kita bisa melakukan dengan meraba denyut nadi yang ada di leher dekat dengan bagian bawah dagu.
- Airways: Lakukan pemeriksaan jalan nafas.
- Compression: Kompresi Dada. Pastikan posisi tubuh tegak lurus, tangan atau siku tidak ditekuk.Tindakan paling penting pada bantuan sirkulasi adalah Pijatan Jantung Luar. Pijatan Jantung Luar dapat dilakukan mengingat sebagian besar jantung terletak diantara tulang dada dan tulang punggung sehingga penekanan dari luar dapat menyebabkan terjadinya efek pompa pada jantung. Penempatan pijatannya harus dua jari di bawah puting, dan jangan sampai salah memijat lo geshhh
- Breathing: Nilai pernafasan. Lihat apakah dada mulai naik turun, rasakan denyut nadinya apakah kembali muncul, dan rasakan apakah mulai ada hembusan nafasmya.
- Eh...sebelum menjalani semua tahapan itu, ada baiknya pakai sarung tangan steril ya demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Menariknya, kami juga diberi kesempatan praktek langsung terhadap boneka untuk memahami BHD
secara menyeluruh. Praktek memberikan bantuan bagi yang tersedak juga menarik. Pokoknya semua menarik, semenarik dirimu akanku...eaaaa.



Bangga Semarang
TINGGAL di Kota Semarang sejak mulai duduk di bangku kuliah hingga menikah lalu punya anak, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Apalagi...(catet nih), dekat dengan Walikota dan Wakil Walikotanya, dikenal secara pribadi, membuat saya makin cinta dengan Semarang.

Dan semakin hari, cinta saya semakin tumbuh. Torehan prestasi dan keberhasilannya semakin membuat saya tersuruk tak mau pindah ke lain kota. Dari sisi kesehatan nih, sesuai penuturan Kadinkes Semarang Widoyono, angka harapan hidup telah naik drastis dari 77, 18 di tahun 2013 menjadi 77, 21 di tahun 2017. Tentu saja angka ini masih akan terus didongkrak naik dengan berbagai program terkait kesehatan yang digerakkan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang.

"Salah satu visi yang menjadi tolak ukur kerja keras Dinas Kesehatan Kota Semarang adalah untuk mewujudkan pelayanan kesehatan lima besar terbaik Se-Indonesia pada tahun 2021. Visi tersebut sudah mulai dipilah menjadi target-target yang harus dicapai setiap tahunnya," ujar Pak Wido, panggilan akrabnya.

gus Wahid United
Kadinkes Kota Semarang Widoyono aka Pak Wido
Iapun menjelaskan runtut beberapa pencapaian berupa inovasi layanan kesehatan yang sudah dilakukan oleh DKK Semarang, antara lain :
- Adanya Universal Health Care (UHC) yang sudah hampir 100% meng-cover seluruh warga kota. Dengan UHC maka semua warga dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan gratis melalui BPJS. Syaratnya cukup mudah. Calon peserta UHC yang merupakan warga kota Semarang, berdomisili di Semarang minimal selama 6 bulan, cukup menunjukkan KTP dan KK Kota Semarang sebagai bukti, dan bersedia ditempatkan di kelas 3.
- Ambulans Siaga yang diperuntukkan bagi pasien non gawat darurat.
- Si-Cepat atau Ambulans Hebat yang diperuntukkan bagi kasus gawat darurat.
- Motor Ambulans.
- KONTER (Konsul Dokter) dengan menghubungi 1500-123 untuk konsultasi kesehatan sampai menemukan panduan rumah sakit, dokter, dan apotek.
- Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)
- PUSTAKA (Puskesmas Tanpa Antrian).

Dan DKK Semarang terus berinovasi, tak mau berhenti. Komando di tangan Pak Wali Hendi dan Pak Wido terus dipecut. Inovasi-inovasi terus digebar angka harapan hidup masyarakat Semarang terus menanjak naik.

Berbagai saranan layanan kesehatan juga terus ditambah. Di tahun 2018 ini, Semarang sudah memiliki 19 Rumah Sakit Umum, 37 Puskesmas, dan ada sekitar 2000-an dokter umum praktek yang tersebar di 16 kecamatan.

Dari 37 Puskesmas yang ada, 1 berstatus Puskesmas paripurna, 4 utama, 22 madya, dan 10 Puskesmas berstatus dasar. Semua Puskesmas tersebut bahkan telah terakreditasi. So kurang joss apalagi nih...kurang bangga bagaimana lagi dengan Semarang kita?

gus Wahid United
Dani Miarso

gus Wahid United
Kepala Bidang Yankes Bu Lilik 
Untuk teknis lengkap serta panduan BHD-nya, nih simak yang ini.


Share:
Read More
, ,

Trip ke Malaysia Hari 1: Menyusuri KL hingga Menara Kembar

gus Wahid United



PANGGIL ia Gus. Entah siapa nama yang sebenarnya. Toh juga menurut Shakespeare, what is the name. Mungkin hanya untuk KTP dan pemesanan tiket saja nama diperlukan. Selebihnya, panggil ia Gus, tidak lebih.

Ia juga bukan anak kyai atau pembesar agama lainnya yang biasa menggunakan nama panggilan ini. Mungkin hanya sekedar gagah-gagahan, karena faktanya, ia nyaman dipanggil panggilan itu.

Kini lelaki muda itu telah duduk di baris 27K di pesawat yang akan membawanya ke Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Sebelah kirinya telah lebih dulu duduk seorang bapak-bapak yang dari gerak-geriknya, tidak ingin diajak berbincang. Padahal dalam hati, ia ingin ngobrol sepanjang perjalanan, melupakan beban harus naik pesawat, suatu hal yang sangat tidak disukainya.

“Permisi, saya di duduk dekat jendela,” seorang perempuan berjilbab membuyarkan lamunan kekhawatirannya. Bapak di sebelahnya sudah lebih dulu memiringkan lutut memberi jalan, kini gilirannya.

Usai memberi jalan, kembali diraihnya Dear Nathan karya Erisca Febriani. Sepertinya ia sudah tidak ingin berniat ngobrol dengan siapapun, buku yang dibawanya terlalu menarik untuk tidak dihabiskan selama hampir 2 jam penerbangan ini.

“Ceritanya mirip Dylan 1990, sangat mirip bahkan. Tipikal anak muda tahun 90-an gitu deh.” Tiba-tiba gadis di sebelahnya memecah keheningan di antara mereka. Keheningan yang canggung mengingat phobia yang dialami Gus.

“Suka baca novel?” gadis itu melanjutkan pertanyaan.

“Tidak juga. Hanya untuk membunuh waktu. Saya hanya ingin segera landing, jadi saya piker membaca buku dan menghabiskannya akan membunuh waktu terbang,” ujar Gus sedikit berdiplomasi menutupi rasa takutnya.

“Ohhh. Kalau memang suka baca novel, cob abaca karya-karya Tere Liye atau Ika Natasha. Atau yang lebih lama karya si Ayu Utami atau Dewi Lestari, sangat berbobot. BTW, ke KL untuk urusan kerja?” gadis itu nyerocos.

“Ehm saya mau travelling saja.”

“Lo mas ini bloger? Atau vloger?”

“Ya dua-duanya gitu deh. Tapi kali ini sepertinya saya hanya akan menulis dan memotret. Cukup banyak utang video yang belum saya edit. Rasanya seperti dikejar-kejar tukang tagih tiap kali inget. Hehehe,” Gus terkekeh sendiri mengingat banyaknya deadline yang mesti diselesaikannya.

“Oh begitu. Kapan-kapan boleh dong saya kunjungi blog-nya. Saya juga suka baca-baca blog travel dan wisata, apalagi yang ditulis dengan cara berbeda tidak seperti kebanyakan. Bosen kalau hanya blog yang cerita aku kesini naik ini itu, di sana ngapain aja dan sebagainya. Semoga cerita mas tidak seperti itu, anti mainstream.” Pengucapan anti mainstream dirasa Gus seperti sebuah penekanan yang harus lebih diperhatikan. Tapi ia cukup percaya diri, blognya bukan ecek-ecek, apalagi blog yang mainstream seperti kebanyakan. Ia berbeda. Bahkan dalam kesehariannya, ia sudah ciptakan beda itu mulai dari style hingga gaya menulis.

Penampilannya memang cukup unik. Celana pendek, topi dibalik, t-shirt yang selalu bergambar MU atau jersey, menjadi pembeda. Ia coba pertahakankan brand itu selama ini, brand tentang Gus yang bloger penyuka MU.

“Ini kartu nama saya, silakan jika mau intip-intip blog saya. Lengkap alamatnya disitu beserta media kit-nya,” tuturnya sembari mengulurkan kartu nama dengan logo lelaki mengenakan topi terbalik bergambar MU memunggungi siapapun pembaca kartu nama ini.

“OK mas makasih, saya Riyanti,” si gadis mengulurkan tangannya. “Silakan dilanjut membacanya, saya menonton video saja.”
gus Wahid United

Tak ada lagi perbincangan setelah itu selain uluran bantuan memberikan makan siang dari flight attendant. Bagi Gus sendiri, ini bukanlah makan siang yang diidamkannya. Namun dengan menikmatinya perlahan, setidaknya itu bisa membunuh rasa takut terbangnya. Ia mencoba menikmati apapun yang ada pesawat ini. Apapun.

*

PERJALANAN menuju KL dilanjutkannya dengan menggunakan KLIA Express. Tiket seharga 55 MYR, dipilihnya dengan harapan segera sampai di hotel. Bukan pilihan terbaik sebenarnya karena masih ada moda lain yang lebih murah seperti KLIA atau bus. Ia sendiri tak memiliki banyak uang.

gus Wahid United

Beberapa ratus MYR menjadi uang saku selama perjalannya 4 hari 3 malam di Negeri Jiran ini. Perjalanan inipun bukan yang diharapkannya mengingat banyaknya utang deadline tulisan dan video yang harus dikerjakannya.

Namun dua pekan sebelumnya, sebuah email dari seseorang yang tidak dikenalnya tiba-tiba memberikan tiket pesawat Jakarta-Kuala Lumpur PP, termasuk kode booking hotel yang setelahnya diketahui berbintang 5. Hotel Majestic, salah satu yang terbaik di sini. Hotel bernuansa heritage yang dibangun pada 1928.

Meski ragu menerima pemberian ini yang dikatakan oleh si pemilik email sebagai hadiah, entah hadiah atas apa, Gus akhirnya menerimanya. Toh tidak ada yang akan membahayakan nyawanya. Jikapun membahayakan, ia juga sudah pasrah atas hidupnya kepada Sang Pencipta. Sebuah kejadian besar dalam hidupnya, membuatnya tak lagi takut akan kematian, meski tetap saja ia memilih takut terbang. Takut ketinggian lebih tepatnya.

Menerima ‘hadiah’ sendiri bukan tanpa tantangan. Pasalnya, Gus tetap harus mengatur sendiri itinerary-nya selama di KL, mengatur sendiri uang saku yang diambilnya dari jumlah tabungannya yang tak seberapa, menata sendiri jadwal dan waktu yang pas untuk berkunjung ke destinasi pilihannya.

Turun di KL Central yang merupakan stasiun terpadu dari seluruh kereta baik MRT, LRT, Komuter dan juga monorel ini, ia berganti kereta menggunakan Komuter KTM ke Stasiun Kuala Lumpur. Hotelnya hanya berjarak 200 meter dari stasiun itu, cukup berjalan kaki.

Proses check in selesai dan benar adanya, seluruh hotel sudah dibayar oleh si pemberi hadiah. Hingga saat itu, ia hanya berpikir si pemberi hadiah melakukan semua ini karena ulang tahunnya di awal bulan. Ia tidak terlalu yakin, tulisan blognya dapat memenangkan lomba dengan hadiah sebesar ini. Entah. Ia sama sekali tidak merisaukannya, hanya menikmati semua perjalanan ini. Toh hidup kadang penuh dengan kejutan, manusia hanya menjalani.

*

RISAU berada di kamar usai perjalanan panjanga mencapai 1.470 KM dari kota tinggalnya di Semarang, Gus beranjak. Usai mandi, solat dan berganti pakaian, ia memutuskan pergi ke pusat kota. Pusat Kuliner di Jalan Alor menjadi tujuannya.

Ia menyempatkan diri mengambil foto Crystal Fountain di depan KL Pavilion Mall. Sebuah karya seni yang menggambarkan 3 mangkok tersusun di tengah air mancur. Konon, ini merupakan perpaduan 3 ras yang menyusun Bangsa Malaysia yakni Melayu, India dan China yang rukun demi kejayaan negeri.

Beranjak ke Jalan Alor, di sana, ia menemukan beberapa makanan halal yang pas di lidahnya. Sup tomyam dengan tambahan omelet, nasi putih dan es teh tarik menjadi pilihan yang pas untuk mengisi perut yang terakhir disapanya dengan makanan dari pramugari. Total 44 MYR dihabiskannya untuk makan malam yang cukup nikmat terutama karena berada di sentra kuliner, berada persis di tengah jalan.

Usai menyesap sebatang rokok, ia beranjak. Belum sempat meraih dompet dari saku, seorang pemuda mendekatinya. Dengan bahasa yang tidak terlalu dipahaminya, pemuda itu membuka berlembar-lembar kertas foto berusaha menunjukkan gambar-gambar dari sepertinya sebuah panti asuhan. Gus menangkap maksudnya, pemuda ini meminta sumbangan.

gus Wahid UnitedNamun sebuah kode dari pramusaji membatalkan niatnya merogoh kocek untuk membantu. Tidak lama berselang, seorang pemudi gantian melakukan hal serupa, Gus menolak dengan halus. Silih berganti, kini pengamen datang lalu peminta-minta.

“Gak beda ama di Semarang dan Jakarta, banyak sekali pengamen dan peminta-minta datang saat orang sedang makan. Podo wae iwk,” ujarnya lirih dalam hati dalam logat Semarangan yang kental.
Tak menunggu lama, ia beranjak ke Jalan Sultan Ismail untuk memburu MRL. Tujuannya adalah Menara Kembar Petronas yang menjadi landmark kota ini. Letih yang dideranya membuatnya memilih sedikit mengeluarkan uang namun berhemat tenaga daripada harus berjalan kaki 1,6 Km melintasi KLCC menuju menara.

gus Wahid UnitedTurun di Bukit Nanas, Gus menyusur Jalan Ampang, langsung menuju angle terbaik untuk mengambil gambar menara yang pernah heboh di film Entrapment. Malam cukup larut, namun pemburu Menara Kembar masih banyak, masing-masing sibuk dengan kamera HP-nya, berselfie. Gus memilih di pojokan, mencari angle yang menurutnya paling berbeda.






Sedikit awan biru menyembul di pucuk menara. Arak-arakan awan membuat frame lensanya semakin menarik. Gus puas, ia kembali ke hotel, beristirahat dan tidur. Petualangan berikutnya sudah menanti.  

 
Share:
Read More
,

7 Mitos Melegenda dari Sumur Jalatunda

gus Wahid

Mengunjungi Dieng, belum lengkap rasanya jika belum mampir ke Sumur Jalatunda. Di sini, akan disajikan sensasi sebuah sumur raksasa dengan kedalaman sekitar 100 meter. Dengan HTM hanya Rp5 ribu per orang yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, pengunjung sudah dapat menikmati pemandangan luar biasa yang beda dengan destinasi lainnya.
Meski demikian, Sumur Jalatunda memiliki mitos yang bisa dipercaya atau tidak sama sekali, semua bergantung pada pemahaman kita masing-masing. Dan berikut tujuh mitos terkait Sumur Jalatunda.
1. Hasil Hitung Tangga Tidak Akan Pernah Sama
Jika anda sudah sampai di pelataran parker Sumur Jalatunda, jangan lupa mulai menghitung berapa jumlah anak tangganya. Menurut mitos, jumlah hasil hitung masing-masing orang tidak akan pernah sama. Jikapun sama, ketika dihitung kembali saat turun, pasti akan berbeda.
Secara logika, hal ini mungkin terjadi karena kita tidak fokus hanya menghitung anak tangga. Pasalnya, para pengunjung semestinya lebih focus untuk berwisata, berfoto dan sebagainya. Mungkin hasilnya benar-benar akan sama, jika proses penghitungan dilakukan berbarengan, serentak, tanpa melakukan aktivitas lain selain menghitung anak tangga.
Saya sendiri berhasil menghitung jumlah anak tangga di angka 87. Sementara beberapa rekan menghitung di angka 86 dan 88. Cobalah menghitung jika ke sini, lalu kita bandingkan hasilnya.
gus Wahid

2. Permintaan Terkabul Jika Dapat Melempar Batu Mengenai Dinding Sumur
Saat sudah sampai di atas, di gardu pandang, anda dapat melempar batu ke dalam sumur. Konon, jika lemparan kita dapat sampai ke dinding sumur di seberang, permintaan kita akan terkabul.  Benarkah? Wallahualam.
Yang jelas, saat itu saya melempar menggunakan pecahan genteng, dan tidak pernah dapat mencapai bibir sumur di seberang. Boro-boro mendekati, lemparan saya bahkan sudah terjatuh ketika melewati tengah sungai.
Logikanya memang benar, karena gaya gravitasi bumi menarik semua benda di atasnya. Selain itu, jika mempercayai mitos yang satu ini, tentu dikhawatirkan akan menjadi musyrik karena tentunya segala permintaan dan doa hanya dipanjatkan kepada Allah SWT.
Tapi kalau sekedar ingin mencoba dan menguji lemparannya, ya boleh-boleh saja kok. :D
gus Wahid

3. Merupakan Jalan Penghubung ke Laut Selatan
Satu kisah lain menyatakan, Sumur Jalatunda merupakan jalan penghubung ke Kerajaan Laut Selatan. Entah penghubung dalam artian mistis ataupun logis.
Yang jelas, kita semua harus percaya bahwa seluruh air di daratan, memiliki kaitan erat dengan air di lautan. Toh semua aliran air nantinya akan bermuara di laut kan? Jika ternyata lautan yang dimaksudkan adalah Laut Selatan (Samudera Hindia), mungkin karena secara geografis, Dieng memang lebih dekat ke selatan daripada ke utara (Laut Jawa).
4. Berasal dari Legenda Roro Jongrang dan Bandung Bondowoso
Namanya juga legenda, boleh percaya boleh tidak. Namun kisah ini melekat erat dalam keseharian warga Dieng.
Alkisah, Roro Jongrang membuat syarat yang tidak mudah bagi Bandung Bondowoso yang ingin meminangnya, yakni harus membuat sumur yang besar dan dalam. Dengan kesaktiannya, Bandung berhasil memenuhi permintaan tersebut. Namun dengan kecerdikannya, Roro memperdaya Bandung dan meminta masuk ke dalam sumur, lalu sesaat setelah masuk, lubang sumur ditimbun batu agar Bandung Bondowoso mati dan tidak dapat kembali ke permukaan.
Legenda ini senada dengan kisah adanya putri cantik namun buruk hati. Ketika hendak dipinang seorang pengeran, ia membuat syarat serupa, membuat sumur dan lalu mengubur sang pangeran di dalam sumur ketika ia turun ke dasar untuk mengeceknya. Kisah ini juga masih beredar luas di kalangan warga Dieng, sampai saat ini.
gus Wahid

5. Berasal dari Kawah Purba
Sebuah cerita lain menyebut, Sumur Jalatunda dulunya merupakan kawah purba. Karena sudah tidak aktif, lubang kawah yang menganga ini akhirnya dipenuhi dengan air tampungan hujan dan jadilah seperti telaga yang sekarang ini dalam dalam ukuran seperti sumur raksasa.
Kemungkinan adanya kawah purba, sangat logis mengingat Kaldera Dieng juga dimungkinkan dari hasil letusan gunung api purba maha raksasa jutaan tahun silam. Keberadaan kawah-kawah purba dan sisanya ini dapat dibuktikan dengan banyaknya lahan berbentuk ceruk besar di Dieng, seperti halnya di lokasi Kompleks Candi Arjuna, Bukit Pangonan, Sumur Jalatunda dan belasan kawah-kawah yang masih aktif di Dieng hingga saat ini.
6. Jangan Membuang Sampah ke Dalam Sumur
Barang siapa yang membuang sampah ke dalam Sumur Jalatunda, niscaya ia akan mendapat tuah atau balak (bahaya). Ya tentu saja, karena membuang sampah adalah tindakan yang kurang terpuji. Namun budaya masyarakat yang sering membuang sampah di sembarang tempat, sulit dihapuskan.
Mungkin dengan adanya tuah tersebut, warga dan wisatawan dapat berpikir dua kali untuk membuang sampah sembarang. Karena memang lebih baik membuang sampah di tempat sampah dan membuang mantan di kenangan hehe.
gus Wahid

7. Suasana Mistis Berkabut Selimuti Area Sumur
Suasana ini dapat kita jumpai di sore hari, kala kabut mulai turun. Di saat seperti itulah, nuansa dan suasana mistis akan sangat terasa. Apalagi ditambah keberadaan gapura berbentuk cantik di sisi utara pintu masuk.
Kabut dan candi, seolah menjadi perangsang mistis paling OK di Sumur Jalatunda. Entah benar atau tidak benar, kalau bicara hal-hal mistis, memang di sekitar kitapun banyak makhluk gaib, tidak hanya di sekitar Sumur Jalatunda
gus Wahid

Nah demikian tadi 7 mitos yang kental menyelimuti keberadaan Sumur Jalatunda. Percaya atau tidak percaya, kembali pada individu masing-masing. Yang jelas, kawasan Dieng memang selalu eksotis untuk dieksplor.
Selamat piknik!!
Share:
Read More